Dolor sit amet, consetetur sadipscing elitr, seddiam nonumy eirmod tempor. invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua. Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur sadip- scing elitr, sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua. Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur sadipscing elitr, sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua. Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur.
 

Kota Kembar Solo - Montana



Solo.Upaya pemerintah kota (Pemkot) Surakarta untuk mengembangkan eksport khususnya kerajinan dan mebel ternyata mulai menampakkan hasil. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Kota Solo dengan pemerintah kota Montana, Bulgaria pada Senin (19/2) di Balaikota Solo.
Kerjasama dengan konsep sister city (kota kembar) ini meliputi beberapa bidang khususnya yang menyangkut perdagangan dan bisnis. Selain itu Montana juga bersedia menjadi penghubung bagi eksport yang berasal dari kota Solo. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Kota Montana, Roumen Angelov.
“Kerjasama ini adalah awal yang baik bagi keberlangsungan kerjasama selanjutnya. Kita akan bersedia dan berupaya untuk membantu kota Solo sebagai penghubung ekspor kerajinan dan mebil produksi kota Solo ke negara-negara Eropa dengan fasilitasi Montana” ungkap Deputi Kota Montana, Roumen Angelov didampingi oleh Sekretaris Deputi, Tihomir Antonov .
Kota Montana saat ini memiliki 11 sister city, dan Solo merupakan yang ke 12. Seperti diungkapkan Roumen Angelov, sister city ini bagi Montana merupakan bagian yang menguntungkan bagi perkembangan kota Montana. Dengan sister city, masing – masing kota akan dapat saling berkomunikasi tentang apa yang akan diprogramkan. Untuk itu, kedua kota telah sepakat untuk segera membuat konsul kehormatan sebagai forum komunikasi antara kedua kota.
MoU ini sendiri akan ditindak lanjuti dengan mengundang kota Solo untuk ikut serta dalam temu bisnis Join Working Commite yang akan diselenggarakan di Bulgaria pada bulan Mei mendatang.
Menanggapi undangan ini, Walikota Solo, Joko Widodo menyatakan komitmen untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. ”Kita mendapatkan undangan ini merupakan kesempatan yang berharga karena kita tahu pada kesempatan itu kita akan dapat bertemu langsung dengan buyer dari Bulgaria sehingga kita dapat menjajaki pasar dan potensi ekspor kerajinan kita” ujar Jokowi.
Masih menurut Tihomir Antonov, Bulgaria khususnya kota Montana saat ini cukup terkenal dengan produksi aki, baterai, pipa-pipa untuk layanan air serta sepeda gunung yang di eksport ke Cina. Pengelola air ini cukup baik sehingga dikerjasamakan pula dengan negara-negara di kawasan Eropa. Bulgaria yang merupakan anggota Uni Eropa ke-27 juga akan membuka peluang kerjasama join ventura dengan Solo dalam Biodiesel. Selain itu tidak menutup kemungkinan kerjasama yang lain seperti ekonomi secara umum dan sosial kepada seluruh lapisan masyarakat Solo baik pekerja Sosial maupun pelaku bisnis.
Tihomir Antonov berharap, jika berkenan kotanya akan mengundang partisipasi masyarakat Solo ke Bulgaria untuk ikut menggali potensi khususnya dalam pengembangan ekonomi dan budaya kedua negara.
Kunjungan Deputi Kota Montana, Roumen Angelov yang juga didampingi oleh Dubes Bulgaria ini juga dimanfaatkan oleh Jokowi dengan memperkenalkan kerajinan glass, serta mengunjungi SCTC di Akademi Teknik dan Mesin (ATMI).
Pada kesempatan yang sama Jokowi juga berharap Solo juga memiliki sister city yang banyak dengan fokus yang berbeda. ”Sebenarnya kita telah ditawari oleh Solvakia pada saat kunjungan kesana Juni tahun lalu, namun belum kita wujudkan. Nah kita berharap potensi ekonomi bisnis akan dengan cepat dikembangkan dengan model sister city dimana untuk satu model focus pada bidang tertentu dan satu kota lain focus pada keungulan yang berbeda. Dan tentunya tindak lanjut kerjasama ini juga tergantung pelaku bisnis sendiri” ujar Jokowi.
Read more

HUT Kota Solo




SELAMAT ULANG TAHUN KOTA SOLO KE 262
Read more

BOLA LAGI ...


Persis vs Persiter Ternate

Persiter ternate berhasil menahan imbang ambisi pemain Persis pada laga kedua kandang yang berlangsung Rabu (14/2) di Stadion manahan Solo.
Sejak babak kedua Laskar Sambernyawa dibawah asuhan Suharno terlihat agresif menekan kubu Persiter. Namun hingga akhir pertandingan tak satupun gol yang diciptakan oleh Agung Prasetyo dkk. Pertandingan yang dipimpin oleh M Safi'i ini terlihat menarik dengan tempo permainan yang cepat khususnya pada babak pertama. Sebenarnya Persis yang sore itu tampak dominan mampu menciptakan peluang - peluang bagus yang diciptakan oleh Greg Bwokolo dan Rudi Widodo. namun sayang bomber Persis ini tak mampu melesakkan gol ke gawang Persiter yang dijaga ketat oleh Mucalis Sahrun, Justru beberapa kali, serangan balasan yang datang secara tiba-tiba mengancam gawang Persis. Pada pertandingan ini wasit mengeluarkan 3 kartu kuning masing-masing untuk Hari Saputra (Persis) pada menit menit 38, Irwan M Djen (kapten tim Persiter) pada menit 34 dan Roni Prawanda pada menit ke 86. Pada akhir pertandingan Pelatih kepala Persiter, Jacson F Tiago memuji pola permainan yang ditunjukkan oleh laskar sambernyawa. Ini terlihat dari penyerangan yang begitu teratur dan barisan belakang Persis yang cukup disiplin. Namun sayang dewi fortuna belum berpihak pada tuan rumah, hingga hasil 0 - 0 bertahan hingga akhir pertandingan. Sementara Suharno mengatakan bahwa Persis sudah melakukan yang terbaik dalam pertandingan ini. Namun ia berujar bahwa pertandingan kali ini layaknya "Persis seperti bermain diluar kandang (maksudnya : wasit kurang adil..jangan ditulis...). Namun ia memuji anak asuhnya yang tidak terpancing emosinya akibat perlakuan wasit yang kurang adil. Suharno juga memuji langkah pemain yang mampu memberikan pressing di babak kedua meski hasilnya tetap nihil. Suyatno

Gambar : Gue bersama kapten tim Persis Solo, Agung Setyabudi.
Read more

SPIRIT OF JAVA


Ini dia logo kota Solo dan sekitarnya
Read more

KAMPUNG BATIK LAWEYAN





Laweyan merupakan kawasan sentra industri batik yang sudah ada sejak zaman kerajaan Pajang tahun 1546 M. Karya seni tradisional batik terus ditekuni masyarakat Laweyan sampai sekarang. Suasana kegiatan membatik di Laweyan tempo dulu banyak didominasi oleh keberadaan para juragan batik sebagai pemilik usaha batik.Sebagai langkah strategis untuk melestarikan seni batik, dalam era kekinian kampung Laweyan di desain sebagai kampung batik terpadu dengan memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 24 Ha yang terdiri dari 3 blok. Konsep pengembangan terpadu dimaksudkan untuk memunculkan nuansa batik dominan yang secara langsung akan mengantarkan para pengunjung pada keindahan seni batik. Diantara ratusan motif batik yang dapat ditemukan dikampung batik Laweyan, jarik dengan motif Tirto Tejo dan Truntun merupakan ciri khas utama batik Laweyan. Spray dan garmen dengan motif warna abstrak adalah seni batik pendukung yang melengkapi koleksi batik Laweyan. Kampung batik Laweyan juga dilengkapi dengan fasilitas untuk memberikan pendidikan dan pelatihan untuk belajar membatik tanpa batasan jumlah orang yang belajar dan asih bersifat sosial. Pengelolaan kampung batik Laweyan diorientasikan untuk menciptakan suasana wisata dengan konsep rumahku adalah galeriku. Artinya rumah memiliki fungsi ganda sebagai showroom sekaligus rumah produksi.Keroncong, karawitan dan rebana merupakan jenis kesenian tradisional yang banyak ditemukan di masyarakat Laweyan, makam Kyai Ageng Anis (tokoh yang menurunkan raja-raja Mataram), bekas rumah Kyai Ageng Anis dan Sutowijoyo (Panembahan Senopati), bekas pasar Laweyan, bekas Bandar Kabanaran, makam Jayengrana (Prajurit Untung Suropati), Langgar Merdeka, Langgar Makmoer dan rumah H. Samanhudi pendiri Serikat Dagang Islam.Laweyan juga terkenal dengan bentuk bangunan khususnya arsitektur rumah para juragan batik yang dipengaruhi arsitektur tradisional Jawa, Eropa, cina dan Islam. Bangunan-bangunan tersebut dilengkapi dengan pagar tinggi atau "beteng" yang menyebabkan terbentuknya gang-gang sempit spesifik seperti kawasan Town Space.Kelengkapan khasanah seni dan budaya Kampung Batik Laweyan tersebut menjadi sebab tingginya frekuensi kunjungan wisatawan dari dinas dan institusi pendidikan, swasta, mancanegara (Jepang, Amerika Serikat dan Belanda).
Kampung Kauman mempunyai kaitan erat dengan sejarah perpindahan kraton Kartosuro ke Solo yang kemudian berubah nama menjadi Kasunanan. Kauman merupakan tempat ulama yang terdiri dari beberapa lapisan masyarakat mulai dari penghulu tafsir anom, ketip, modin, suronoto dan kaum. Keberadaan kaum sebagai penduduk mayoritas di kawasan inilah yang menjadi dasar pemilihan nama "kauman". Masyarakat kaum (abdi dalem) mendapatkan latihan secara khusus dari kasunanan untuk mebuat batik baik berupa jarik/selendang dan sebagainya. Dengan kata lain, tradisi batik kauman mewarisi secara langsung inspirasi membatik dari Ndalem Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Berdasarkan bekal keahlian yang diberikan tersebut masyarakat kauman dapat menghasilkan karya batik yang langsung berhubungan dengan motif-motif batik yang sering dipakai oleh keluarga kraton. Dalam perkembangannya, seni batik yang ada di kampung kauman dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu batik klasik motif pakem (batik tulis), batik murni cap dan model kombinasi antara tulis dan cap. Batik tulis bermotif pakem yang banyak dipengaruhi oleh seni batik kraton Kasunanan merupakan produk unggulan kampung batik kauman. Produk-produk batik kampung kauman dibuat menggunakan bahan sutra alam dan sutra tenun, katun jenis premisima dan prima, rayon.Kampung yang memiliki 20-30an home industri ini menjadi langganan dari para pembeli yang sudah terjalin secara turun temurun dan wisatawan mancanegara (Jepang, Eropa, Asia Tenggara dan Amerika Serikat). Keunikan yang ditawarkan kepada para wisatawan adalah kemudahan transaksi sambil melihat-lihat rumah produksi tempat berlangsungnya kegiatan membatik. Artinya, pengunjung memiliki kesempatan luas untuk mengetahui secara langsung proses pembuatan batik. Bahkan untuk mencoba sendiri mempraktekkan kegiatan membatik.Disamping produk batik, kampung batik Kauman juga dilingkupi suasana situs-situs bangunan bersejarah berupa bangunan rumah joglo, limasan, kolonial dan perpaduan arsitektur Jawa dan Kolonial. Bangunan-bangunan tempo dulu yang tetap kokoh menjulang ditengah arsitektur modern pusat perbelanjaan, lembaga keuangan (perbankan dan valas), homestay dan hotel yang banyak terdapat disekitar kampung kauman. Fasilitas-fasilitas pendukung yang ada di sekitar kampung kauman ini jelas menyediakan kemudahan-kemudahan khusus bagi segenap wisatawan yang berkunjung dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan lain di luar batik.
Read more

MENGGAPAI MAKNA KAYA HAKIKI



Judul Buku : Saya Tidak Ingin Kaya Tapi Harus Kaya
Penulis : KH. Abdullah Gymnastiar
Penerbit : Khas MQ
Cetakan : I, September 2006
Tebal : xii + 180 halaman


Menjadi kaya adalah keinginan dari banyak orang. Namun, tidak semua orang berhasil mewujudkan kekayaannya. Ternyata tidak setiap orang terampil menjemput rezeki yang telah disediakan Allah.
Dibalik makna kaya secara umum, terdapat pemikiran tentang stigma kekayaan. Orang kaya sesungguhnya ternyata bukanlah mereka yang sekedar kaya harta, melainkan juga memiliki potensi kaya lainnya. Orang kaya sesunggahnya adalah orang yang benar-benar menjalankan perintah Allah Swt sehingga kekayaan mereka benar-benar berkah dan bermanfaat untuk orang banyak. Alhasil, kaya itu harus dan wajib bagi kita guna menjadi sebaik-baiknya manusia yaitu yang paling bermanfaat buat sesamanya.
Karena itu sebaiknya kaya bukanlah keinginan. Keinginan bisa berubah dan akan menjerumuskan kita pada nafsu duniawi yang banyak menipu. Kaya semestinya menjadi suatu keharusan sehingga menjadi wajib dan tidak berubah.
Dengan landasan paradigma itulah Buku Saya Tidak Ingin Kaya Tapi Harus Kaya karya Aa Gym ini lahir. Bagi umat Islam menjemput rezeki dan kekayaan adalah sebuah keharusan, karena karena ia bagian dari ikhtiar. Ikhtiar adalah sebuah prosesi yang akan sampai ke titik yang akan dituju, tetapi dengan percepatan dan hasil yang berbeda setiap orang. Harus berarti satu satunya pilihan yang harus direalisasikan. Substansi ikhtiar yang dikehendaki Islam adalah umat Islam mampu menjemput kekayaan yang dimiliki nilai tambah (added value), yaitu kekayaan yang diperoleh bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, serta berkah di dunia dan akhirat.
Kesuksesan dan kekayaan tersebut dapat diraih jika setiap Muslim mampu memegang prinsip ”setiap waktu harus lebih baik dari waktu sebelumnya, setiap waktu mampu dan siap melakukan perubahan dan setiap saat mampu meningkatkan ilmu, ilmu, dan ilmu”. Itulah sesungguhnya hakikat kekayaan yang sudah selayaknya dikejar dan menjadi orientasi hidup muslim.
Aa Gym memberikan rumusan untuk meraih kekayaan dengan prinsip 7B yang berakar pada akhlak yang mampu menumbuhkan karakter baik dan mengoptimalkan potensi diri sendiri dan fitrah sebagai manusia (khalifah).
Rezeki sebagai komponen meraih kekayaan memiliki makna yang penting dalam memberikan nilai tambah bagi kekekalan dan kemanfatan harta. Hakekat menjemput rezeki itu adalah : ikhtiar (menjemput rezeki) sebagai amal sholeh, ikhtiar (menjemput rezeki) untuk memperbagus citra, ikhtiar (menjemput rezeki) untuk meningkatkan kualitas diri, ikhtiar (menjemput rezeki) untuk menambah silaturahmi. Niscaya dengan prinsip tersebut, perjalanan menggapai kekayaan tak akan pernah sia-sia dan menjadi sebuah perjalanan yang penuh barokah.
Aa Gym melalui bukunya ini hendak memberikan perspektif alternatif tentang kekayaan yang selama ini cenderung materialistik. Kekayaan adalah stigma dari berbagai komponen. Dengan kata lain, kekayaan tidak berdimensi tunggal (kaya harta), tetapi memiliki dimensi yang luas, yakni kaya ghirah (semangat), kaya input (ilmu, wawasan, dan pengalaman), kaya gagasan (ide dan kreatifitas), kaya ibadah (amal), kaya hati, dan bonusnya kaya harta. Adalah sebuah keniscayaan jika kekayaan bergandengan tangan, saling menguatkan dengan kemuliaan hidup yang berlandaskan nilai-nilai ruhiyah.
Hal ini sejalan dengan pemikiran Aa Gym melalui konsep Manajemen Qolbu yang membangun dakwah beriringan dengan membangun kekuatan ekonomi umat. Kekuatan ekonomi membuat kita tidak banyak bergantung kepada pihak lain atau sesama manusia. Lalu, kekuatan ekonomi ini juga tidak akan berarti tanpa kekuatan ilmu dan kekuatan akhlak.
Perspektif alternatif tersebut paling tidak dapat memberikan pencerahan (enlightenment) sekaligus memberikan kesadaran baru pada manusia tentang pentingnya meraih kekayaan yang hakiki. [Suyatno]
Read more

LASKAR PASOEPATI







Masuknya Persis Solo ke divisi utama Liga Indonesia, membawa angin segar bagi kelompok suporter kawakan asal Solo, Pasoepati. Supporter yang mampu memerahkan setiap stadion yang menjadi arena pertandingan Pelita, Persijatim (kala itu) dan Persis Solo, kini kembali akan berkibar sebagai kelompok suporter kreatif .
Ide berdirinya kelompok suporter ini berawal dari lontaran Mayor Haristanto di sebuah harian lokal. Gayung pun bersambut, gagasan ini ditanggapi oleh sejumlah pemerhati Pelita Solo.
Munculnya kelompok suporter dengan logo sepasang kuda hitam ini pada mulanya sempat dikhawatirkan oleh Drs. Soemaryoto, anggota pennggungjawab pertandingan Pelita Solo. Ia khawatir munculnya pendukung kesebelasan ini akan memancing munculnya fanatisme yang berlebihan terhadap klub. Namun dengan munculnya kelompok – kelompok suporter yang semakin banyak seperti Sangkrah, “Dhemit Ireng”, kelompok suporter Boyolali, Sragen dan lain-lan adalah keinginan nyata untuk membentuk wadah suporter yang solid.
“Para suporter Solo mendapat teladan berharga dari Aremania, suporter team Arema Malang. Para suporter team sepak bola Solo bangkit kesadarannya bahwa mereka mampu memberdayakan diri agar kehadirannya di stadion tidak lagi sekedar sebagai “tukang sorak” atau “tukang cemooh” belaka. Kesadaran itu memacu mereka mengenal pentingnya berorganisasi dan berkreasi, sehingga dampaknya ialah makin terkendalinya tindakan destruktif yang selama ini muncul. Diri mereka sendiri menentukan rambu-rambu aturan untuk mengatur tingkah laku anggota. Kini merekapun melihat diri mereka menjadi bagian penting dari pergelaran teater yang bernama sepakbola” Ungkap Mayor Haristanto, penggagas berdirinya Pasoepati.
Upaya menyatukan diri dalam suatu ikatan suporter akhirnya terwujud. Beberapa perwakilan dan pemerhati Pelita berkumpul diantaranya Mayor Haristanto, Arno Suparno, Bambang Eko S, Bimo Putranto, Dencis, Mashadi “Phete” dll. Rabu, 9 Pebruari 2000 bertempat di Griya Reka Grupe Mayor, Jl Kolonel Sugiyono 37 Solo, grup suporter inipun terbentuk dengan nama Pasukan Suporter Pelita Sejati yang disingkat Pasoepati. Seiring dengan berubahnya klub yang berhomebase di Solo maka kepanjangannya di ubah menjadi Pasukan Suporter Soo Kreatif, Damai dan Berprestasi. Terpilih sebagai Presiden Pasoepati pertama adalah Mayor Haristanto. Sedangkan saat ini dipimpin oleh Ir. Bimo Putranto.
Sejak saat itulah bendera Pasoepati berkibar dimanapun Pelita bertanding. Fonemena yang sungguh luar biasa karena pasukan suporter yang baru berdiri ini langsung mampu memerahkan Stadion Manahan, lokasi dimana Pelita bertanding. Bahkan dalam beberapa pertandingan terjadi fonemena yang tidfak biasanya terjadi, dimana suporter tamu lebih dominan.
Pada berbagai lawatannya (bahasa yang sering digunakan Pasoepati kala mendukung team di kandang lawan), Pasoepati senantiasa membawa pesan damai dengan cara – cara yang unik dan kreatif.
Pasoepati tidak hanya unjuk gigi mendukung team sepakbola dari Solo. Pasoepati turut pulu mendukung team Indonesia dalam Piala Thomas, Piala Sudirman di Sevilla Spanyol bahkan hingga Olimpiade Sydney 2000. Bahkan Pasoepati melalui Mayor Haristanto turut membidani beberapa kelompok suporter seperti The Macz Man Makasar, Asykar Teking Pekanbaru, dan Persmanisti Menado.
Mayor Haristanto sebagai salah satu pendiri Pasoepati, berharap dengan masuknya Persis Solo, yang notabenenya adalah team daerah ke divisi utama, maka Pasoepati harus lebih gila lagi, lebih merah lagi.
Mayor kembali mengingatkan arti penting dari suporter yakni memberi…
“Hakekatnya, Suporter sepakbola merupakan roh industri sepakbola. Pertandingan sepakbola tanpa dihadiri suporter atau penonton, ibaratnya hanya sebuah latihan belaka. Namun suporter harus mampu membawa citra, memberi dukungan dalam kondisi apapaun adalah sikap suporter sejati”.
“Untuk itu sudah selayaknya suporter mampu membantu klub bukan merugikan klub karena hakikat dari suporter adalah memberi bukan menerima”.


Dimuat di Tabloid LiGA oleh Suyatno.



Read more

KERJA KREATIF, SIAPA BISA ?





”Siapakah yang perlu bekerja secara kreatif?” tanya saya kepada sejumlah kawan.
”Pekerja di bidang periklanan dan kesenian tentunya,” jawab Didi yang pengusaha.
”Entreperneur justru yang harus kreatif karena mampu melihat peluang dalam masalah-masalah yang muncul di masyarakat, dan kemudian mampu menciptakan nekaragam produk dan jasa untuk mengatasi masalah dan meraih keuntungan,” ujar Elly yang dosen perguruan tinggi.
”Semua orang yang bekerja dilapangan,” jawab Wawan yang tentara.
”Kerja keras pasti ada batasnya, tapi kerja kreatif justru menembus batas-batas yang sudah ada. Jadi orang yang sudah bosan bekerja keras, harus menjadi kreatif,” urai Agung yang pegawai.
***
Di sekolah kehidupan kita semua adalah mahluk pekerja. Sebab dalam artinya yang luas, makna kata ”kerja” dan ”pekerjaan” menunjuk ke hampir semua aktivitas yang dilakukan oleh manusia atau karya-karya manusia itu (mesin/alat/teknologi). Aktivitas-aktivitas itu ada yang bertujuan untuk memperoleh nafkah lahiriah, yang kita sebut upah, gaji, komisi, atau uang. Ada juga aktivitas yang lebih ditujukan untuk memperoleh nafkah mental, seperti berburu ilmu pengetahuan dan keterampilan, baik lewat institusi formal (sekolah-akademi-universitas yang memberi gelar, bersifat akademis) atau informal (lembaga nongelar, bersifat praktis), bahkan nonformal (pergaulan di masyarakat). Tak sedikit pula aktivitas yang ditujukan untuk mempererat tali silahturahmi, semacam nafkah sosial-emosional dalam konteks kehidupan. Dan sebagian aktivitas lagi bertujuan untuk memperoleh nafkah spiritual yang memberikan kecerahan hati, kedamaian batin, dan ketentraman yang fundamental dalam menghadapi badai-badai kehidupan.
Meski semua manusia adalah mahluk pekerja, namun para ahli perilaku organisasi sering membeda-bedakan jenis pekerjaan—dalam arti karier yang menafkahi kehidupan pekerjanya—menjadi lima kelompok besar. Pertama, pekerjaan fungsional yang terfokus pada keahlian teknis di bidang-bidang khusus. Inilah yang dilakukan oleh ahli mekanik, desain grafis, pustakawan, teknisi, operator, dan sebagainya. Kedua, pekerjaan manajerial yang terfokus pada proses analisis informasi dan pengelolaan neka ragam sumberdaya, termasuk memimpin manusia. Pekerja di bidang manajerial ini disebut manajer, pimpinan, atau eksekutif. Ketiga, pekerjaan entrepreneur yang terfokus pada upaya menghasilkan produk/jasa baru dan/atau membangun organisasi usaha (perusahaan) yang bertujuan mencetak laba bagi pemiliknya. Kita menyebut kaum pekerja jenis ini sebagai pedagang, wirausaha, pengusaha, konglomerat, atau tikon, tergantung pada skala usahanya. Keempat, pekerjaan negara yang terfokus pada tugas-tugas administrasi birokrasi dan pertahanan keamanan seperti pegawai negeri dan militer, dengan jenjang yang jelas dan relatif stabil sehinga memberikan rasa aman tertentu. Dan kelima, pekerjaan mandiri yang terfokus pada kebebasan berkarya sesuai dengan irama atau waktu kerja masing-masing, seperti pada peneliti, seniman, penulis lepas, konsultan, dan sebagainya

Penulis : Andreas Harefa (Pembelajar.com)
Read more